BGMD chapter Tiongkok

Telah diberangkatkan guru terpilih dengan negara tujuan Tiongkok pada tanggal 5 Juni 2018.
Dua orang guru yang terpilih untuk berangkat ke Tiongkok adalah Ibu Rifa Rahmaniah, guru di SD Ar-Ridha Al-Salaam Islamic Green School, yang berasal dari Bogor, Jawa Barat dan Ibu Fita Sukiyani, guru di SD Negeri Sumber 1 yang berasal dari Sleman, DIY.

Kegiatan perjalanan mereka juga dapat disimak di instagram PPI Dunia.

Halo teman-teman PPI Dunia! Kembali lagi di #BGMDDiary #Day2 #BGMDTiongkok! Mari kita simak yuk catatan pengalaman dari bapak ibu guru ketika mengunjungi negeri Tirai Bambu! . . ““Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Alhamdulillah kami merasa sangat beruntung diberangkatkan oleh PPI Dunia ke Tiongkok. Baru dua hari di Tiongkok semakin terpesona dengan karakter “hard worker”nya orang Tiongkok dan budaya tertibnya. Hari ini kami bersilaturahiim ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai dan mendapat banyak sekali ilmu dari Ibu Siti Nugraha Mauludiah (Konjen RI di Shanghai) yang bukan hanya cantik tapi juga sangat ramah. Banyaknya berita hoax di berbagai media tentang Tiongkok harus diluruskan, sebab dampaknya juga berpengaruh pada perekonomian negeri kita tercinta. Sebab kekuatan perekonomian yang besar bersumber dari investasi, pariwisata, dan perdagangan. Sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar di dunia, Tiongkok adalah pasar potensial bagi Indonesia. Bayangkan saja jika banyak yang berkunjung ke Indonesia untuk berdarma wisata dan berbelanja, insyaAllah akan menambah pemasukan bagi Indonesia. Sungguh tidak benar, jika semua mahasiswa yang studi di Tiongkok akan menjadi komunis karena diajar komunis. Para pelajar Indonesia yang belajar di Tiongkok, mengemban tanggung jawab belajar sesuai pilihan studi yang dipilih. Para mahasiswa yang belajar di Tiongkok mengaku bahwa kemampuan keras masyarakat Tiongkok dalam menuntut ilmu memberikan dampak yang sama terhadap daya juang mereka untuk lebih giat dalam menyelesaikan studi. Secara tidak langsung pola kerja dan pola berpikir pelajar Indonesia di Tiongkok menjadi berkembang jauh dan lebih dinamis dalam menyikapi perubahan. Bertolak dari KJRI, kami lanjut observasi ke sekolah International Prancis dan Jerman yang berada di Tiongkok. Kami ditemani oleh seorang ibu cantik nan cerdas bernama Ibu Ade touring melihat infrastruktur dan aktivitas sekolah.

A post shared by PPI Dunia (@ppidunia) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *